Filosofi Sesajen dalam Tradisi Kematian

Sesajen Tradisi Kematian - Sesajen ini merupakan warisan dari Zaman Kerajaan Hindu Budha. Sesajen merupakan salah satu ritual Jawa yang komponennya terdiri dari makanan, bunga-bunga, kemenyan dan hasil pangan lainnya yang disajikan kepada roh leluhur. Walaupun hal tersebut merupakan tradisi nenek moyang, akan tetapi dari kalangan orang-orang tertentu di zaman sekarang masih ada yang menelestarikan dan mempercayai budaya Jawa dengan menggunakan sesajen pada saat-saat tertentu.

Para kalangan-kalangan yang masih melestarikan adat Jawa tersebut, menurut mereka sesajen merupakan suatu keharusan yang harus di lakukan pada acara tertentu. Sebagian orang berpendapat bahwa tujuan utama penggunaan sesajen adalah untuk pengucap syukur sebagai tanda penghormatan leluhur yang telah tiada.

Sesajen itu berfungsi untuk menyajikan hasil bumi yang telah diberikan Tuhan. Hal tersebut dapat mengingatkan manusia, jika semua yang ada itu merupakan milik Tuhan. Dan pengolahan sesajen itu nantinya akan dimakan manusia itu sendiri.

Filosofi Sesajen dalam Tradisi Kematian


Pengertian Tentang Sesajen

Sesajen merupakan sebuah tradisi yang didalamnya terdapat nilai-nilai yang dianggap penting bagi masyarakat tertentu. Namun, kaitannya dengan sesajen, nilai yang paling dominan adalah nilai kebenaran, dimana masyarakat menganggap sesajen sebagai ritual yang wajib dilaksanakan. Selain itu,  mereka juga percaya dengan makna-makna yang terkandung dalam setiap komponen sesajen.
Sesajen merupakan tradisi yang wajib ada dalam prosesi Sedekah Mayit oleh masyarakat tertentu. Mereka menganggap tradisi ini sebagai bentuk penghormatan mereka terhadap roh nenek moyang. Anggapan tersebut muncul karena adanya asal-usul yang melatarbelakanginya.

Sesajen pula memiliki peran yang penting dalam pelaksanaan ritual kematian. Oleh masyarakat biasa menyebutnya dengan Sedekah Mayit. Selain sebagai tradisi yang turun temurun, Sedekah Mayit juga sebagai bentuk penghormatan terhadap arwah orang yang meninggal. Ada beberapa komponen yang terkandung dalam sesajen untuk kematian, berikut diantaranya ;

Komponen Yang Terkandung Dalam Sesajen


  • Kemenyan 
Kemenyan memiliki fungsi dapat membuat orang yang meninggal merasakan ketenangan jiwa karena mencium bau kemenyan yang dihanguskan. Bau dari kemenyan , dipercaya dapat menenangkan hati orang yang meninggal ketika si Arwah pulang ke rumah , sehingga dapat menimbulkan hati si Arwah senang.

  • Apem 
Apem ini memiliki makna “ caping “ .  Caping ini merupakan pengayom atau pelindung . Diharapkan dengan ape mini dapat melindungi si mayat dari panas dan hujan yang berada dalam kubur .

  • Makanan yang dibungkus dengan daun pisang , seperti nogosari ,koci dan lemper . 
Makanan yang dibungkus dengan daun pisang ini memiliki makna “ Mendem Glepung “ .

  • Susu atau kopi

  • Komponen Pelengkap

Loading...

0 Response to "Filosofi Sesajen dalam Tradisi Kematian"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel