Siti Masyitoh, Putri Islam yang Mulia


Zaman dahulu di Mesir, berkuasalah raja yang kejam dan sombong bernama Fir'aun. Ia melarang rakyatnya menyembah Allah dan menganggap dirinya Tuhan.

Siti Masyitoh adalah inang pengasuh putri Fir'aun. Ketika sedang menyisir rambut sang putri, tanpa sengaja ia menyebut nama Allah. Sang putri terkejut lalu Masyitoh menjelaskan bahwa yang patut disembah hanyalah Allah yang menciptakan alam ini. Putri Fir'aun mengadu pada ayahnya. Fir'aun marah dan memaksa Masyitoh mengakui Fir'aun adalah Tuhan.

Siti Masyitoh beriman teguh kepada Allah, walaupun Fir'aun menyiksanya dengan kejam. Ia tetap tidak mau bertuhan kepada Fir'aun sekalipun harus kehilangan nyawanya.

Satu persatu suami dan anak-anaknya dimasukkan ke dalam bejana besar berisi air mendidih. Yang terakhir masuk ke dalam air mendidih adalah Siti Masyitoh. Ia mati syahid mempertahankan imannya kepada Allah dan mendapat pahala serta Syuga Allah.

Kisah Siti Masyitoh ini menjadi terkenal selama berabad-abad. Ia adalah contoh teladan putri Islam yang sejati.

Note:
  • Dikisahkan di buku yang lain saat suami dan anak-anaknya di masukkan satu persatu hatinya menjadi sangat sedih. Dan ketika anaknya yang terakhir di masukkan ke dalam bejana, dan meninggal tiba-tiba ia mendengar suatu bisikan. Setelah mendengar bisikan tersebut, ia menjadi semakin mantap terhadap apa yang ia yakini, yakni hanya Allah lah yang patut di sembah, Fir'aun sangat marah, dan menyuruh petugasnya agar segera melemparkan Siti Masyithoh ke bejana yang mendidih itu, dan akhirnya Siti Masyitoh meninggal.
  • Diceritakan Siti Masyitoh saat itu meninggal tanpa rasa sakit kepanasan sedikitpun. Kemudian muncul lah bau harum yang sangat wangi yang bersumber dari bejana tersebut.
  • Jangan lupa kunjungi juga > Daftar Isi blog kami untuk menemukan artikel-artikel menarik lainnya :)
Loading...

0 Response to "Siti Masyitoh, Putri Islam yang Mulia"

Post a Comment