Si Tesem yang Kelaparan


Suatu ketika di tengah malam yang atis. Ditambah Hujan rintik-rintik dengan kilatan yang siap menyambar, perut si Tesem tiba-tiba keroncongan. Itu menandakan bahwa cacing-cacing yg ada di dalam perutnya sedang latihan karaoke dan butuh makan.

Dengan rasa sedikit males, akhirnya si Tesem terpaksa berangkat melawan terpaan gerimis menuju warung nasi goreng. Beruntung jarak warung nasi goreng hanya terpaut sekitar delapan setengah kilometer saja dari rumahnya.

Dengan menaiki sepeda motor si merah honda 75 kerennya itu, #menurutnya sih. Tesem menerobos ketatnya barisan rintik hujan di malam yang sepi itu. Lampu sepeda motornya mati, menambah  keromantisan suasana malem itu.

Tetesan demi tetesan gerimis yg sebesar biji kelengkeng menerpanya, begitu sakit hingga terasa bagaikan ribuan jarum telah menusuk muka si Tesem yang halus bagaikan kulit nangka itu. Halah, lebay banget !

Singkat kata, akhirnya si Tesem sampai di warung nasi goreng yang dimana bukan langganan tetapnya. Lalu si Tesem pun memesan dua bungkus nasi goreng untuk dibawa pulang.

Tesem : "Mas, nasi gorengnya dua ya! *masang jari telunjuk dan jari tengahnya*
              “ayamnya yang banyak dan ga pake lama mas !"
Tukang nasi goreng : "Siap, bos. Silahkan duduk dulu bos."
Tesem : "oksip !!"
Tukang nasi goreng: "Oh ya, nasi gorengnya pedas tidak, bos?"
Mendengar pertanyaan seperti itu, tiba-tiba mata si Tesem melotot seperti orang yang sedang kesurupan.
Kemudian berkata.
Tesem : "Mana gue tauk, makan aja belom!!"
Tukang nasi goreng: "ooeee... Praak !!" *Lempar Tesem pake wajan*


Baca juga ya :)

Loading...

0 Response to "Si Tesem yang Kelaparan"

Post a Comment