Fakta dan Mitos Tentang Pembersih Kewanitaan

Menjaga keindahan tubuh merupakan hal penting, selain membuat penampilan terlihat lebih baik, kesehatan tubuh pun lebih  terjaga. Bagi kaum hawa, kesehatan daerah kewanitaan juga tak kalah penting untuk diperhatikan. Salah-salah merawat bisa berakibat ketidak nyamanan di daerah intim tersebut. Seperti munculnya keputihan, rasa gatal, bahkan infeksi penyakit yang berbahaya.


Banyak cara yang ditempuh untuk menjaga kebersihan di seputar organ intim. Salah satunya dengan menggunakan pembersih khusus area kewanitaan. Namun karena organ intim wanita dianggap merupakan bagian tubuh yang paling sensitif dan berharga, kerap membuat para wanita khawatir, dengan banyaknya informasi dan mitos yang beredar seputar penggunaan pembersih kewanitaan. Tentu saja informasi yang beredar tersebut ada yang benar dan ada juga yang salah. Dan pada kesempatan kali ini, kami akan rangkumkan berbagai macam fakta dan mitos tentang pembersih kewanitaan versi On The Spot.


http://katalebay1.blogspot.com/2015/10/fakta-dan-mitos-tentang-pembersih-kewanitaan.html


Nenek moyang memanfaatkan tumbuhan alami untuk perawatan daerah kewanitaan

Yang pertama, ada kabar yang mengatakan jika nenek moyang kita sebenarnya memiliki resep alami untuk perawatan kewanitaan. Dan memang benar, sejak dulu nenek moyang kita kerap memanfaatkan tumbuhan alami di sekitar untuk mengatasi berbagai macam penyakit, termasuk terkhusus untuk perawatan daerah kewanitaan.

Yang paling populer adalah air rebusan daun sirih, untuk menghilangkan keputihan. Tanaman merambat asli Indonesia ini memang dikenal mengandung berbagai bahan yang bersifat sebagai antiseptik, antioksidasi, antijamur, dan fungisida. Selain menghilangkan keputihan, daun sirih juga bermanfaat untuk menghilangkan gatal di organ intim, mengontrol lendir yang berlebih, mengatasi bau tak sedap.

Sebenarnya masih ada bahan lain untuk menjaga organ intim yang telah digunakan sejak ribuan tahun lalu. Salah satunya adalah kayu rapet dan manjakani, yang sebenarnya sudah dipakai sejak dulu hingga sekarang dalam ramuan jamu-jamu tradisional. Dan dikenal akan fungi dan khasiatnya yakni untuk membantu merapatkan dan mengencangkan area kewanitaan.


Menggunakan sabun pembersih daerah kewanitaan tidak aman dan rentan terkena infeksi

Berikutnya fakta dan mitos mengenai sabun pembersih kewanitaan. Dizaman modern seperti sekarang ini, banyak tekhnologi yang memudahkan kaum wanita untujk melakukan perawatan organ intim. Salah satunya dengan menggunakan sabun pembersih khusus kewanitaaan.

Namun mitos beredar, menggunakan sabun pembersih daerah kewanitaan bukannya menyehatkan, justru muncul anggapan hal tersebut akan membuat tingkat keasaman di area tersebut terganggu. Bukannya menjadi sehat organ intim justru rentan terkena infeksi. Alih-alih ingin sehat, banyak wanita yang malah lebih memilih membersihkan daerah intim dengan sabun mandi biasa.

Padahal dengan menggunakan sabun mandi, justru akan membuat tingkat keasamannya semakin terganggu. faktanya, menggunakan sabun pembersih khusus kewanitaan yang tepat jauh lebih aman dibandingkan sabun biasa. Tips, bagi Anda pilihlah sabun kewanitaan yang menggunakan bahan-bahan ekstrak alami dari alam dengan komposisi yang tepat dan mengandung PH yang kurang lebih sama dengan organ intim wanita yakni sekitar tiga setengah (3.5). Sehingga tingkat keasaman dan komposisi bakteri baik di daerah kewanitaan tidak terganggu.


Pembersih kewanitaan bisa membuat mandul

Mitos selanjutnya adalah tentang pembersih kewanitaan yang konon bisa membuat mandul. benarkah demikian?
Faknya, sabun pembersih kewanitaan tidak akan membuat seseorang menjadi mandul. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi tingkat kesuburan seseorang adalah faktor gaya hidup, faktor keturunan, dan ketidak suburan yang diakibatkan oleh infeksi penyakit.


Pembersih kewanitaan dapat menyebabkan kanker servik

Kemudian, benarkah pembersih kewanitaan dapat menyebabkan kanker serviks (kanker rahim)?
Faktanya, penggunaan pembersih kewanitaan tidak akn menyebabkan kanker rahim. kanker dapat timbul lebih karena gaya hidup, faktor hormon, dan kurang bersihnya daerah kewanitaan, sehingga menimbulkan jamur penyebab penyakit. justru dengan menggunakan pembersih kewanitaan berbahan alami akan membantu membersihkan dan mencegah timbulnya berbagai macam masalah di area kewanitaan.


Penggunaan pembersih kewanitaan dapat menghilangkan keperawanan

Benarkah penggunaan pembersih kewanitaan dapat menghilangkan keperawanan?
Jawabannya, tentu saja tidak. Sebab, bahan-bahan alami yang digunakan tidak menyebabkan hilangnya keperawanan. Keperawanan hanya akan hilang jika telah melakukan hubungan seksual atau hubungan intim.


Penggunaan pembersih kewanitaan dapat menyebabkan warna kulit di area kewanitaan menjadi lebih gelap

Masih di seputar daerah kewanitaan, ada yang mengatakan jika kulit di sekitar daerah kewanitaan bisa menjadi lebih gelap, dibanding kulit di area tubuh lainnya. Faktanya, meskipun hal ini lazim dialami oleh semua orang, namun bagi para wanita dapat sangat menggangu karena mengurangi rasa percaya diri, terutama ketika bersama pasangannya.

Warna gelap di daerah kewanitan ini bisa disebabkan dua (2) faktor, yakni faktor intrinstik dan faktor ekstrinstik. Faktor intrinstik disebabkan pada daerah sekitar kewanitaan mengandung pigmen kulit yang lebih banyak ketimbang daerah lainnya. Dan banyaknya pembuluh darah di sekitar daerah tersebut. Sementara faktor ekstrinstiknya adalah akibat gesekan pada daerah tersebut yang disebabkan karena gesekan kulit dengan pakaian dalam yang terlalu ketat, atau celana luar yang terlalu ketat atau akibat efek samping garukan dan perubahan hormon.

Selain itu warna gelap pada daerah kewanitaan bisa juga disebabkan jamur, kondisi organ intim yang lembab, dan kurang terjaga kebersihannya. Salah satu solusi mengatasinya yaitu dengan memilih produk perawatan yang mengandung bahan-bahan alami seperti susu dan bengkoang, yang dipercaya dapat membantu mencerahkan kulit dis ekitar area kewanitaan secara alami dan aman.


Kulit di area sekitar kewanitaan memiliki kondisi yang berbeda dengan kulit lainnya

Berikutnya kulit di area sekitar kewanitaan konon memiliki kondisi yang berbeda dari bagian kulit lainnya, benarkah demikian?

Faktanya, dibandingkan dengan kulit bagian tubuh lainnya, kulit di daerah kewanitaan memang lebih sensitif. Pada dasarnya, pada tubuh manusia terdapat 3 daerah yang memiliki lapisan kulit lebih tipis dibandingkan lainnya. Yaitu, kulit wajah, belakang telingan, dan daerah lipatan termasuk daerah kelamin.

Kadar PH atau keasaman kulit juga berbeda-beda. Misalnya, pada kulit wajah tingkat PHnya sekitar 4 hingga 5.5. Kondisi keasaman pada tingkat ini dianggap paling sesuai menghambat pertumbuhan kuman. Begitu pula pada daerah kewanitaan yang memiliki PH sekitar 3.5 hingga 4.5. Oleh karena itu, perlu penggunaan sabun pembersihnya pun harus berbeda sesuai dengan kadar PH di area kulit tersebut.

Dan pembaca, itulah berbagai fakta dan mitos tentang pembersih kewanitaan. Salah satu pembersih kewanitaan yang aman, terpecaya, dan telah mendapatkan sertifikasi halah dari MUI adalah Sumber Ayu Whitening Kayu Rapet Manjakani. Ini merupakan sabun pembersih kewanitaan pertama di Indonesia yang dapat membantu mencerhkan kulit sekitar area kewanitaan secara alami dengan ekstrak susu dan bengkuang.

Sumber Ayu Whitening Kayu Rapet Manjakani

Dilengkapi dengan ekstrak kayu rapet, manjakani dan daun sirih untuk membantu mengencangkan area kewanitaan, membuatnya tetap higenis, terhindar dari bakteri buruk penyebab bau tak sedap dan keputihan. Serta ekstrak buah chamelmils sebagai anti iritasi.

Jadi pastikan Anda memilih produk pembersih kewanitaan yang tepat dan dapat dipercaya untuik menjaga kebersihan daerah kewanitaan Anda dan segala kebaikan ini dapat Anda dapatkan di sumber ayu whitening kayu rapet manjakani.


Artikel populer :
Loading...

0 Response to "Fakta dan Mitos Tentang Pembersih Kewanitaan"

Post a Comment