Hasan bin Ali Pemersatu Umat part 2

Hasan tak kuasa menyembunyikan rasa penyesalannya, sang ayah Ali bin Abi Thalib sempat murka kepada dirinya karena tidak berhasil menjaga khalifah Usman. Suara Ali; " mana pembelaan kalian terhadap Amirul mukminin..”



"apa yang kalian lakukan..”
"bagaimana mungkin Usman terbunuh, sementara kalian berada di depan pintu rumahnya.. !!”
"kenapa..??”
"Ya Allah, aku tak tahu menahu pembunuhan Usman ini..”
"Ya Allah, aku tak tahu menahu pembunuhan Usman ini..”
"Ya Allah, laknatlah pembunuh Usman..!!”
"Ya Allah, laknatlah pembunuh Usman..!!”

Peristiwa demi peristiwa terjadi di depan mata Hasan. Hingga akhirnya kaum muslimin memba'iat Ali bin Abi Thalib sang ayah menjadi khalifah.

"Aku Thalhah bin Ubaidillah dari suku Tamim. .”
"aku ber ba'iat kepada Ali bin Abi Thalib.. sebagai Amirul mukminin.."
"dengan kitab dan sunnah Nabi-Nya"
"kami ber ba'iat kepada Ali bin Abi Thalib. .sebagai Amirul mukminin.." seru kaum muslimin.

Hasan bin Ali Pemersatu Umat part 2


Situasi kota Madinah yang tidak lagi kondusif, membuat khalifah Ali bin Abi Thalib memindahkan pusat ke khalifahan ke kota khuffa. Di kota Khuffa kaum muslimin kembali bersilang pendapat soal penyelesaian kasus pembunuhan kekhalifahan Usman bin Affaan.

Perselisihan terjadi antara Ali bin Abi thalib dan muawiyah bin Abu Sufyan. Selisih pendapat yang terus semakin meruncing hingga dimanfaatkan oleh para penebar fitnah. Perang Shiffin dan perang Jamal pun terjadi. Peristiwa yang sangat disesali oleh seluruh sahabat-sahabat Rasulullah SAW.
"ummul mukminin meminta kalian.. Atas nama Al-Qur'an..”
"wahai penduduk Bashrah..Wahai penduduk Khuffah..”

Khalifah Ali bin Abi Thalib bahkan menumpahkan penyesalan itu kepada putera tercintanya, Hasan. Berbagai peristiwa penting terus terjadi, sejarah mencatat inilah masa paling sulit yang dihadapi kaum muslimin. Hingga akhirnya, Ali bin Abi Thalib terbunuh ditangan kaum hawaridz saat menjadi imam Shalat.
"teruskan Shalat kalian hai muslimin..”
"jangan kalian lewatkan Shalat..”
"Jadilah Imam Shalat wahai Hasan.. laksanakanlah Shalat.." rintih Ali bin Abi Thalib menjelang wafat.
Hasan bin Ali langsung mengendalikan situasi, dan atas perintah sang ayah ia kemudian menjadi imam Shalat. Inilah peran awal digarda terdepan umat bagi seorang Hasan bin Ali.
"teruskan Shalat hai muslimin..”
Amirul mukminin memerintahkahkan kita meneruskan Shalat.”
Jangan sampai Shalat kalian terlewatkan."

Dan menjelang wafat, Ali memberikan wasiat pesan kepada anak-anaknya..
    "Dan janganlah sekali-kali kamu mati kecuali dalam keadaan beragama Islam. dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” Q.S. Ali Imran 102-103.

Kaum musliminpun kemudian memba'iat Hasan bin Ali sebagai khalifah.
"sebelum Ali, kita sudah mengalami musibah yang menimpa orang yang lebih mulia dari dia. Yaitu Rasulullah SAW.”
"setelahnya kita sudah berba'iat kepada Abu Bakar ra. itu terjadi sebelum memakamkan jenazah Rasul.”
karena berba'iat kepada pemimpin hukumnya wajib bagi setiap muslim”.
Nabi bersabda; "barang siapa yang meninggal, sementara ia belum berba'iat pada pemimpin kaum muslimin maka dia mati seperti matinya orang jahiliyyah”.
"tidak ada orang yang lebih baik setelah wafatnya Ali, kecuali puteranya, Hasan..”
"cucu kesayangan Nabi Muhammad SAW. Pemimpin pemuda penghuni surga”.
Aku Qais bin Sa'ad bin Ubadah.. berba'iat pada Hasan bin Ali, sebagai pemimpin muslimin”.
"seperti halnya aku telah berba'iat sebelumnya pada Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali.."

Hasan mulai menata untuk memulihkan situasi yang dihadapi kaum muslimin. Namun perselisihan dengan Muawiyyah tidak pernah menemukan titik temu. Hasanpun berpikir keras situasi semacam ini samasekali tidak menguntungkan kaum muslimin. Bahkan bisa menjerumuskan kaum muslimin kelubang perpecahan yang semakin dalam.

Melihat situasi Syam yang terlihat stabil, Hasan segera mengambil langkah radikal. Persatuan umat muslimin jauh lebih penting diatas segalanya. Ia mendatangi Muawiyyah untuk berunding. Hasan kemudian menyerahkan kepemimpinan muslimin kepada Muawwiyah di Damaskus setelah dirinya menjadi khalifah.

"Aku lepaskan jabatanku sebagai pemimpin muslimin dan aku serahkan Umayyah bin Abu Sufyan”.
"Aku tidak suka para pengikut Muhammad saling menumpahkan darah setetespun..”
"pulanglah kalian ke rumah masing-masing.”.

Dengan begitu masa kekhalifahan Hasan bin Ali menggenapi masa khulafarauRasidin yang disebut Rasulullah SAW. selama 30tahun.
"khilafah setelahku berlangsung selama 30tahun, setelah itu berubah menjadi kerajaan”.
HR. Imam Ahmad.

Langkah besar Hasan bin Ali menyerahkan kepemimpinan menjadi awal dari persatuan umat Islam. Inilah masa yang dicatat sejarah Islam sebagai Ammul Jamaah atau tahun persatuan. Hal ini sekaligus menjadi bukti kebenaran dan keNabian Rasulullah SAW. Yang menyebut sang cucu tercinta ini kelak akan menjadi pemersatu ummat.

Hasan bin Ali kemudian tinggal dan menetap di madinah, hingga wafat pada usia 46tahun. Keputusan dan langkah yang diambil Hasan bin Ali benar-benar menjadi tonggak awal penyebaran Islam ke Asia, Afrika hingga ke Eropa.
Rahimahullah Hasan bin Ali.

kembali ke Hasan bin Ali Pemersatu Umat part 1 
  Note:
  • Klik link ini ya :) Daftar Isi Blog. Untuk mengetahui daftar isi dari blog ini, siapa tahu Anda dapat menemukan berbagai informasi yang lainnya :)
Loading...

0 Response to "Hasan bin Ali Pemersatu Umat part 2"

Post a Comment